Kota Bandung, INDONESIAINDONESIA.ID
- Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, S.A.P., menyoroti
pentingnya validasi dan penguatan data kemiskinan agar berbagai program bantuan
sosial dan pendidikan dapat tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang mengalami perubahan kategori desil
dalam data kesejahteraan sosial, sehingga berdampak pada akses bantuan yang
diterima. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena di lapangan masih
ditemukan warga yang memiliki banyak tanggungan keluarga namun justru tidak
masuk dalam kategori penerima bantuan yang sesuai.
Pria yang akrab disapa Kang Upep tersebut menyampaikan bahwa persoalan data
kemiskinan harus menjadi perhatian bersama seluruh perangkat daerah. Ia menilai
diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat dapat
terintegrasi dalam satu sistem data yang akurat dan terpadu.
“Kolaborasi terkait data kemiskinan harus melibatkan berbagai perangkat daerah
seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan agar pelayanan
kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran,” ujar Kang Upep, pada Rapat
Koordinasi Puskesos dalam Penyelenggaran Pelayanan Kesejahteraan Sosial Satu
Pintu di Hotel Papandayan Bandung, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam penanganan persoalan sosial agar kebutuhan
masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Menurut dia, perlu ada
penguatan potensi dan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
persoalan kesejahteraan masyarakat di Kota Bandung.
Selain itu, Kang Upep menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum memahami
status desil kesejahteraan mereka, yang kemudian berdampak pada akses bantuan
pendidikan maupun bantuan sosial lainnya. Oleh karena itu, pemerintah
diharapkan terus melakukan pembaruan dan perbaikan sistem pendataan agar
masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh haknya secara optimal.
Komisi II DPRD Kota Bandung, ia melanjutkan, mendukung langkah Pemerintah Kota
Bandung dan Dinas Sosial dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami berharap seluruh program bantuan sosial dan pendidikan dapat semakin
terintegrasi, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota
Bandung," ujarnya. (***)
Posting Komentar