KOTA BANDUNG, INDONESIA-INDONESIA.ID - Memperingati
Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, DPRD Kota Bandung mengajak seluruh elemen
masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk merawat warisan sejarah
sekaligus memperkuat sinergi dalam merancang masa depan kota.
Dalam Rapat Paripurna Peringatan HJKB Ke-216,
Jumat, 25 September 2026, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H.,
membacakan pidato Peringatan HJKB Ke-216. Dalam pidato itu disebutkan, DPRD
menekankan peran vital lembaga legislatif melalui penguatan fungsi legislasi,
pengalokasian anggaran APBD yang pro-rakyat, serta pengawasan ketat terhadap
efisiensi dan transparansi tata kelola pemerintahan.
Kemajuan kota dinilai tidak hanya diukur dari
megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari peningkatan kualitas hidup warga
secara menyeluruh mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga penciptaan
lapangan kerja.
Menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan
iklim, DPRD soroti beberapa fokus utama pembangunan berkelanjutan yang
memerlukan langkah terpadu.
Yang pertama Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi
Sirkular. Pengelolaan sampah diarahkan pada skema berkelanjutan (reduce, reuse,
recycle, recovery) yang bernilai ekonomi melalui keterlibatan bank sampah,
UMKM, koperasi, dan komunitas warga.
Dalam hal mobilitas dan penanganan kemacetan,
penataan ruang kota ditargetkan melalui integrasi transportasi publik,
fasilitas pejalan kaki, tata kelola parkir, dan konektivitas kawasan.
Khusus penanganan banjir dan konservasi,
dibutuhkan penanggulangan banjir difokuskan melalui modernisasi sistem
drainase, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembuatan sumur resapan, serta
konservasi daerah hulu.
DPRD juga mengingatkan pentingnya sensitivitas
seluruh aparat pemerintah daerah mulai dari tingkatan jajaran dinas hingga
kewilayahan dalam merespons aspirasi serta laporan warga. Karakter ramah dan
melayani harus menjadi landasan utama pelayanan publik di lapangan, baik pada
urusan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, maupun penataan estetika
kota. Pemerintah dituntut bertindak cepat dan solutif tanpa menunggu persoalan
menjadi viral di media sosial.
Perekonomian Kota Bandung difokuskan pada
pemberdayaan sektor UMKM dan industri kreatif agar mampu naik kelas. Ekosistem
pendukung akan terus diperkuat melalui pendampingan legalitas, digitalisasi,
pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar ekspor. Sinergi antara koperasi
sebagai aggregator dan BUMD sebagai market creator diharapkan dapat mendorong
percepatan kemandirian ekonomi masyarakat rentan.
Mengusung tema HJKB "Solidarity in
Harmony", seluruh elemen dari unsur Forkopimda (TNI, Polri), pelaku usaha,
hingga akademisi diimbau untuk menjaga semangat kolaborasi, toleransi, dan
gotong royong guna mewujudkan visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah,
Maju, dan Agamis).
Di akhir Rapat Paripurna, apresiasi
setinggi-tingginya turut disampaikan kepada jajaran Pemerintah Kota Bandung
atas raihan Penghargaan Komitmen Pengelolaan Sampah dari Pemerintah Provinsi
Jawa Barat pada tahun 2026. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu
semangat untuk mewujudkan Kota Bandung yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera
bagi seluruh warganya.***
Pewarta : Panuju
Posting Komentar