KOTA BANDUNG, INDONESIA-INDONESIA.ID - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah. Salah satunya melalui partisipasi pada ajang Youth City Changer (YCC) 2026 yang menjadi ruang kolaborasi pemuda dari berbagai kota di Indonesia untuk bertukar gagasan, inovasi dan solusi atas berbagai persoalan perkotaan.
Kepala Bidang
Kepemudaan Dispora Kota Bandung, Willy Wiradhika menjelaskan, Youth City
Changer merupakan wadah bagi delegasi pemuda dari berbagai daerah untuk saling
berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi serta mempresentasikan inovasi yang
telah dijalankan di daerah masing-masing.
“Harapannya, Youth
City Changer bisa menjadi ruang bagi pemuda untuk menyampaikan inovasi yang
telah mereka lakukan dan memberikan manfaat bagi pembangunan di daerah
masing-masing,” kata Willy di kantor Dispora Kota Bandung, Selasa 14 Juli 2026.
Willy mengungkapkan,
Kota Bandung mengirimkan dua delegasi, yakni Putri dan Alfath Fadhilah.
Berdasarkan rekam jejak dan kontribusi nyata mereka dalam berbagai kegiatan
kepemudaan, bukan melalui proses seleksi terbuka.
Putri dikenal aktif
mengangkat isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai
diskusi publik. Sementara Alfath konsisten mengampanyekan keterlibatan pemuda
dalam isu sosial dan pembangunan kota.
“Hal yang menjadi
pertimbangan kami adalah komitmen mereka terhadap isu yang diperjuangkan, rekam
jejak yang baik, aktif dalam diskusi publik, forum kemasyarakatan serta
kampanye yang membawa dampak positif,” ujarnya.
Ia mengatakan,
Pemkot Bandung memandang pemuda sebagai inovator sekaligus problem solver yang
memiliki peran strategis dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemuda jangan hanya
menjadi penonton. Mereka harus aktif menyampaikan aspirasi, menawarkan inovasi,
membuat kajian hingga menghadirkan solusi yang bisa membantu Kota Bandung
menjadi lebih baik,” jelasnya.
Selain membawa
praktik baik dari Kota Bandung, kedua delegasi juga diharapkan mampu mengadopsi
berbagai inovasi dari kota lain untuk kemudian diimplementasikan sesuai
kebutuhan Kota Bandung.
“Program-program
yang diperoleh dari daerah lain mudah-mudahan bisa dikembangkan di Kota Bandung
sebagai salah satu solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi,” tambahnya.
Sementara itu,
Delegasi Kota Bandung, Alfath Fadhilah mengatakan, Youth City Changer menjadi
forum nasional yang mempertemukan pemuda dari 98 kota di Indonesia untuk
merumuskan solusi pembangunan daerah.
“Di sana kami tidak
hanya bertukar ide tetapi juga menyusun rekomendasi kebijakan yang nantinya
dibawa kembali ke daerah masing-masing,” ujar Alfath.
Selama mengikuti
kegiatan di Kota Medan, para peserta ikut berbagai agenda seperti Bursa Ide,
yakni forum presentasi program unggulan dari setiap kota serta Kombur atau
forum diskusi kelompok yang membahas tantangan pembangunan perkotaan dan
merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Alfath
mengungkapkan, Kota Bandung bahkan dipercaya menjadi bagian dari delapan kota
yang tergabung dalam tim perumus rekomendasi pemuda untuk disampaikan kepada
para kepala daerah pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh
Indonesia 2026.
Ia menilai,
pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa anak muda merupakan kekuatan
besar dalam pembangunan apabila memiliki kapasitas, kepedulian dan kemauan
untuk berkontribusi.
“Anak muda harus
terus meningkatkan kapasitas diri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan
sekitar dan bangga terhadap identitas kotanya. Ketika kesadaran dan kepedulian
itu tumbuh maka kontribusi nyata untuk pembangunan kota juga akan semakin
besar,” katanya.
Sepulang dari Youth
City Changer, Alfath berkomitmen melanjutkan gerakan yang selama ini ia bangun
di Kota Bandung, mulai dari penguatan literasi, kesehatan mental, isu sosial,
kesetaraan gender hingga peningkatan kapasitas pemuda (upskilling).
Ia berharap
kolaborasi antara komunitas pemuda dengan Pemerintah Kota Bandung melalui
Dispora maupun perangkat daerah lainnya semakin erat sehingga mampu melahirkan
lebih banyak gerakan positif bagi pembangunan kota.
“Kami ingin
pengalaman yang didapat di Youth City Changer benar-benar memberikan dampak
nyata bagi Kota Bandung. Semoga semakin banyak anak muda yang tergerak untuk
ikut berkontribusi membangun kota tercinta,” tuturnya.
Pewarta : Panuju
Benny
Posting Komentar